Menjadi Laki-laki Lembut

Menjadi Laki-laki Lembut

Jadi ini ceritanya... Ketika Ummi lagi curhat sama Abinya tentang gimana ngajarin anak cara bersikap ketika dia disakiti oleh orang lain gitu deh. Karena salah satu postingan Facebook punya teman, saya berusaha membenarkan apa yang tertulis disana. Bahwa ketika anak disakiti oleh orang lain dan si anak sudah bilang jangan namun tetap disakiti juga, maka balas lah!



Hal itu menandakan bahwa anak kita gak booeh lemah didepan orang lain. Mereka harus kuat dan menjaga harha diri mereka didepan orang lain. Ummi juga ngerasa biar anak kita gak mudah dilecehin dan digampangin gitu sama anak lain. Dan ya.. Ummi setuju bahwa kamu boleh melawan seperti mereka memperlakukanmu.

Tapi apa, Abi malah gak setuju dengan pendapat saya. Mendidik anak memang butuh komunikasi antara kedua orang tua agar sejajar dan visi misinya itu sama. Jadi anak gak rancu dengan apa yang akan diajarkan oleh orang tuanya. Mereka gak bingung. Dan jangan sampai perbedaan pendapat antara ayah dan ibu menjadikan anak jadi berpihak kepada salah satu orang tuanya. Yang ibunya membela, sementara Abinya menentang, bisa gak sama nanti tujuannya.

Menjadi lelaki gak harus keras


Mungkin begitulah hal yang diinginkan oleh Abi Kinza. Bahwa lelaki itu gak harus punya sikap keras, lelaki juga harus belajar lemah lembut kepada siapapun. Saya tau bahwa Abi Kinza memang orangnya seperti itu, karena keras adalah salah satu tindakan yang terbentuk dari kebiasaan.

Ajarkan Akhlak


Mungkin, dalam hal ini mengajarkan akhlak dan budi pekerti yang baik adalah pilihan yang tepat. Karena anak kecil belum tau mana yang baik dan mana yang buruk. Jika orang tua mengajarkan mereka tentang kekerasan. Bisa jadi otaknya nanti mendeskripsikan suatu perlakuan kasar yang diterimanya, harus dibalas dengan kekasaran juga. Padahal, menimbang baik buruk terlebih dahulu akan membedakan antara kita dan mereka. Dan itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah dewasa dan ngerti mana yang baik dan mana yang tidak.

Jadi... Anakku Kinza..  mungkin kamu nanti akan menemukan masa-masa dimana kamu akan disakiti oleh orang lain. Jangan menjadi keras, tapi menjadi tegaslah karena kamu seorang lelaki. Bijaksana dan berpikir panjang dalam melakukan apapun. Yaa.. meskipun Abi dan Ummi tau menanamkan pemikiran seperti itu butuh waktu yang tidak sebentar, karena setiap manusia memiliki emosi yabg berbeda-beda, termasuk juga kamu.. dan kami harus menghargai itu :).
Previous Post
Next Post

post written by:

Seorang ibu yang senang menulis tentang motivasi diri, parenting dan juga tentang kehidupan sehari-hari di Jombloku. Semoga blog ini bisa membawa manfaat buat kita semua.

0 Comments: