Kado Sandal Jepit

Pagi ini Kinza (14/05/2019) merengek buat beli sandal jepit. Akhirnya kami kepasar sama beli ikan dan ayam. Saya dan Abinya menanjikan beli sandal jepit setelah belanja. Karena memang masih pagi sekali, toko toko penjual sandal juga belum buka.

Tapi pas beli jeruk nipis dan mentimun, setelah bayar bayar.. saya dan Abinya kehilangan Kinza. Dia gak ada didekat kami karena merengek terus minta sandal dan gak terima kalau ditunda tunda, maunya Kinza ya beli sandal dulu, baru belanja..

Setelah menyapu sekitar penjual jeruk kesana kemari, muterin disatu tempat deket deket penjual itu, Kinza belum juga kami temukan. Hampir sekitar 3 menit saya menyapu sekitar dengan tatapan meneliti.

'Bu.. tadi liat anak baju oranye medal ngriki ta?" Tanyaku ke penjual yang ada dibawah penjual jeruk.

"Lhoo mbak.. anak sampean ta, kok iso.. ilang ta mbak.. "

Katanya dengan suara keras..

"Ndak tau'e mbak.. ndak salah deleng"

Oh nggeh bu.. matur nuwun kata saya kemudian.

"Makane ta mbak.. anake di jogo.. digandeng, blonjo sayure keri.. anak nomer siji" begitu lanjutnya..

Saat itu, ada banyak mata melihat saya dengan tatapan menyalahkan dan menghakimi..

Saya yang mendengar kata ibu itu berpikir...

"Oh begini ternyata..  rasanya disalahkan, tidak didukung dan dihakimi oleh orang lain yang gak paham permasalahan kita"

Karena Kinza belum ketemu juga, dan Abinya yang bulak balik ke saya setelah keliling datang sendiri, saya mulai gelisah, menyalahkan diri sendiri, dan minta sama Allah agar gak terjadi apa apa.

Kenapa saya gak turutin aja permintaan Kinza beli sandal jepit dulu dan banyak pikiran aneh aneh lainnya sementara Abinya muter nyari Kinza.

"Dek.. dek... Sini.. " kata Abinya berteriak..

"Di motor dia" lanjutnya...

Setengah berlari dengan Zayn dalam gendongan saya hampiri Kinza, saya senang dan sedih.. menangis seketika saat melihat Kinza..

Diamkah saya?.. oh tidak.. Tentu saja saya marah  sekaligus bersyukur.. harus apa dan bagaimana saya menyampaikan perasaan. Kinza melihat saya menangis ikut menangis dan tentu saja masih dengan perasaan dongkolnya dia karena sandal jepit.

"Ummi Nggeyel.. " katanya kemudian sambil menangis.. saya dan dia menangis. Yah.. begitulah drama bersama anak lanang satu ini.

Oh ya.. karena ini ngepostnya udah lewat tanggal, jadinya saya belikan dia sandal jepit di Shopee seharga 30K. Sebagai kado ulang tahunnya yang ke 5, tentu saja saya gak bilang selamat ulang tahun dan ini kadonya haaaaahaaa... Apapun itu nak, semoga kamu menjadi seorang hafidz, selalu haus ilmu, dan gak malas belajar.




No comments:

Post a Comment

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com